"Hidup dalam Mimpi?"

Sejauh ini komposisi hidupku masih dibalut dengan mimpi² (yang terkesan indah), namun mungkin bagi sebagian orang terlihat seperti mimpi di siang bolong atau bahkan halusinasi semata.

Mungkinkah diri ini terjebak dalam kubangan mimpi tanpa ujung, atau mungkin ini sebuah proses yang tanpa kusadari?

Namun dilain sisi, aku jadi teringat dengan kata² sang Proklamator negeri ini, yaitu Ir. Soekarno:

"Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang."

Apakah kalimat tsb terlihat berlebihan bagi sebagian orang, atau justru sebagai pendobrak semangat bagi sebagiannya lagi? (Hanya diri masing" yang sanggup menjawab).

Tapi, ada waktu saat seseorang yang pernah menghina mimpiku, dalam benakku bertanya, "apakah mimpi memang sesuatu yang benar² samar & bahkan sulit untuk dicapai, atau mungkin itu hanyalah prinsip dari mereka yang menganut paham realisme?". Sudahlah, tiap individu pasti punya alasan masing² & berhak atas apa yang menjadi keyakinannya.

Namun, jika merujuk pada kebenaran, apakah mimpi merupakan komponen yang perlu dimiliki, atau mungkin tidak harus dimiliki sama sekali?

🙂 (Jawab sesuai dengan passionmu, guys!)

Komentar

Postingan Populer